PENGERTIAN, PENGGOLONGAN, SIFAT DAN PEGUMPULAN DATA STATISTIKAOleh;
UMAR AKHMAD
NIN:20300112006
JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni al-qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.
Makalah ini merupakan salah satu tugas kolompok mata kuliah Statistika Pendidikan di program studi Manajemen Pendidikan Islam Fak.Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap pihak yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama penulisan makalah ini.
Akhirnya penulis menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Makassar, Maret 2014
Penulis
Kata Pengantar ............................................................................................ i
Daftar Isi ..................................................................................................... ii
Bab I Pendahuluan ...................................................................................... 1
A. Latar Belakang ........................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................... 1
Bab II Pembahasan ...................................................................................... 2
A. Definisi Statistika dan Data Statistik ........................................................ 2
B. Penggolongan Statistika dan Data Statistik .............................................. 6
C. Sifat Data Statistik .................................................................................... 19
D. Pengumpulan Data Statistik ...................................................................... 21
Bab III Penutup ............................................................................................. 27
A. Kesimpulan................................................................................................. 27
B. Saran .......................................................................................................... 31
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari pada setiap lapangan pekerjaan, baik pemerintahan, pendidikan, perdagangan, maupun lapangan kerja lain akan dihadapkan dengan permasalahan atau persoalan yang berhubungan dengan angka-angka. Untuk mengolah, menganalisis dan menarik kesimpulan dari kupulan angka-angka tersebut agar dapat memberikan gambaran tentang sesuatu kita harus menyusun dan menyajikan angka tersebut ke dalam bentuk tabel atau daftar. Inilah yang disebut Statistika. Statistika membantu mempermudah mengolah data yang terkadang ratusan bahkan ribuan jumlahnya yang sulit untuk diolah.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah definisi Statistika dan Statistik ?
2. Bagaimanakah penggolongan Statistika ?
3. Bagaimanakah sifat data Statistika ?
4. Bagaimanakah pengumpulan data Statistika ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Statistika dan Statistik
1. Definisi Statistika dan Statistik
Ditinjau dari asal kata statistika berasal dari bahasa latin, yaitu “status” atau “satatista” yang mempunyai arti Negara. Pada awalnya status atau statista digunakan untuk mencatat berbagai kegiatan atau urusan yang berkaitan dengan Negara misalnya, jumlah penduduk pada tahun tertentu, penerimaan pajak, pengeluaran untuk gaji tenaga pengajar, dan lain-lain. Perkataan statistika berasal dari tulisan Aritoteles “Politela” menguraikan keadaan 158 negara yang merupakan awal ditemukan kata statistika. Pada abad ke-17 dan ke-18 ada tiga peristilahan yang bersaing yaitu; “poitical artchmatic”,”publistika”, dan ”statistika”. Pada pertengahan abad ke 18 dari ketiga istilah tersebut yang masih bertahan adalah statistika, maka istilah tersebut digunakan sampai sekarang.
Sejalan dengan perkembangan zaman, maka statistika tidak lagi hanya digunakan untuk urusan peerintahan atau Negara, tetapi mulai banyak dipergunakan diberbagai bidang kehidupan, termasuk dalam kegiatan penelitaian seperti pendidikan, pertanian, social, kedokteran, farmasi, biologi, sains dan psikologi.
Dari hasil penelitian, monitoring, maaupun pengamatan sering diminta adanya laporan pada akhir kegiatan yang berupa suatu uraian, penjelasan atau kesimpulan mengenai persoalan yang diteliti, dimonitorig atau diobsevasi. Data yang telah terkumpul baik berupa angka, gambar, dan uraian kata, terlebih dahulu dipelajari, dianalisis atau diolah dan berdasarkan pengolahan tersebut barulah dibuat kesimpulan. Pembuatan laporan yang dimulai dari pengumpulan data atau keterangan dari lapangan, pengolahan data dan pembuatan kesimpulan harus dilakukan secara cermat, teliti, baik, hati-hati, mengikuti cara-cara dan teori yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan. Prosedur ini ternyata memerlukan adamya pengetahuan tersendiri yang perlu dipelajari dan dinamakan dengan istilah statistika. Dengan demikian statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan tekhik atau cara pengumpulan data, pengolahan atau analisis data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan analisis yang dilakukan.
Mengetahui jumlah penduduk, jumlah kemiskinan, kesehatan dan berbagai persoalan yang akan diselesaikan melalui riset atau pengamatan atau penelitian. Data yang diperoleh dari lapangan dapat berbentuk bilangan atau angka-angka, atau bentuk lainnya. Kumpulan data yang berupa angka-angka disusun, diatur, atau disajikan dalam bentuk daftar atau tabel. Adakalanya data disajikan dalam bentuk tabel yang disertai dengan gambar yang disebut dengan grafik atau diagram dengan tujuan memperjelas permasalahan yang dipelajari. Kegiatan menyajikan data semacam ini dinamakan dengan statistik.
Dengan demikian statistik adalah kumpulan data, yang berupa bilangan atau bukan bilangan disusun dalam bentuk tabel, diagram atau grafik yang menggambarkan suatu persoalan. Statistik yang dipergunakan untuk menjelaskan permasalahan tertentu, deberi namasesuai dengan permasalahan tersebut. Oleh karena itu ada statistik pertanian, statistik pendidikan, statistik peduduk, statistik psikologi, statistik pengukuran, dan lain sebagainya. Selain itu statistik juga dapat diartikan bilangan tunggal yang menerangkan sifat (characteristic) dari sekumpulan data (pengamatan), seperti : rata-rata, bilangan persen, dan lain-lain. Statistik juga berarti ukuran yang mewakili kumpulan data tertentu.
2. Definisi statistika menurut para ahli
a. Mason
Mason memberikan definisi tentang statistika sebagai berikut :
“Statistik is the science of collecting, organizing, analyzing and interpreting numerical data for the purpose of making better decisions in the face of uncertainty” (Mason,1974:1).
Menurut Mason, statistika merupakan suatu ilmu tentang pengumpulan, penyusunan, penganalisian, dan penafsiran data dalam bentuk angka utuk tujuan pembuatan suatu keputusan yang lebih baik di dalam menghadapi ketdak pastian. Definisi tersebut menggambarkan bahwa statistika merupakan suatu tindakan (action), dalam arti bahwa statistika adalah suatu cara (metode).
b. Kendall
Kendall memberikan definisi sebagai berikut :
“statistik is the branch of scientific method wich deals with the data obtained by counting or measuring the properties of populations of natural phenomena” (Goodman,1969:11).
Dari definisi di atas jelaslah, bahwa statistika adalah metode ilmiah. Pengertian “natural phenomena” dalam definisi di atas cukup luas karena ia meliputi semua peristiwa di dunia luar, apakah itu human atau bukan human.
c. Croxton & Cowden
Croxton & Cowden juga menegaskan bahwa statistika adalah suatu metode. Merka mengatakan bahwa “statistik is not a science, it is a scientific method” (Croxton & Cowden, 1967:1)
d. Harper
Harper juga memberikan ketegasan bahwa :
“Essentially statistik is a scientific approach to information presenting it self in numerical from wich as to maximize our undetstanding of such information” (Harper, 1976:3).
3. Definisi statistik menurut para ahli
a. Harper
Menurut Harper, Statistik adalah apa yang dihasilkan dari metode statistika.
b. Bowen & Starr (1982:2)
Bowen & Starr memberikan pengertian dalam arti jamak dan dalam arti tunggal. Dalam arti jamak, statistik merupakan sekelompok data numerical ( a group of numerical data ). Sedangkan dalam arti tunggal, statistik merupakan suatu bidang studi ( a field of study ).
B. Pengelompokan Statistika dan Data Statistik
1. Pengelompokan statistika
Statistika dapat dibagi menjadi dua yaitu statistika matematis atau statistika teoritis dan statistika terapan atau statistika aplikasi.
a. Statistika teoritis (matematis)
Statistika teoritis adalah statistika yang dipelajari sevara mendalam, mendasar dan secara teoritis. Dalam mempelajari statistika teoritis, diperlukan adanya kemampuan matematika yang sangat dalam dan kuat.
b. Statistika terapan (aplikasi)
Dalam mempelajari statistika terapan, tidak diperlukan kemampuan matematika yang kuat, karena bahasan statistika terapan hanya mempelajari tekhnik penggunaan statistika untuk penelitian atau kepentingan yang lainnya. Apa yang telah diciptakan oleh statistika teoritik, berupa aturan-aturan, rumus-rumus, sifat-sifat dan sebagainya dipelajari dan digunakan sesuai dengan kebutuhan diberbagai bidang pengetahuan. Statistika terapan dikelompokkan sebagai berikut :
1) Berdasarkan tujuan pengolaan data statistika terapan terbagi atas dua kelompok antara lain :
a) Statistika deskriptif
Statistika deskriptif adalah bagian dari statistika yang membahas cara pengumpulan dan penyajian data, sehingga mudah untuk dipahami dan dapat memberikan informasi yang berguna bagi siapapun. Statistika deskriptif hanya mereduksi, menguraikan atau memberikan keterangan suatu data, fenomena atau keadaan kedalam beberapa besaran untuk disajikan secara bermakna dan mudah dimengerti. Statistika ini hanya berfungsi menguraikan, menggambarkan dan menerangkan keadaan, persoalan, permasalahan, tanpa menarik suatu kesimpulan terhadap data yang lebih luas atau populasi. Apabila data yang dianalisis merupakan sebagian atau sampel dari suatu populasi, maka statistika deskriptif akan menghasilkan ukuran-ukuran sampel (statistik). Sebaliknya data yang dianalisis merupakan keseluruhan populasi, maka statistikan deskriptif akan menghasilkan ukuran-ukuran populasi (parameter). Beberapa contoh statistika deskriptif antara lain:
1. Pada suatu sekolah ada 30 guru yang mengajar. Dari 30 guru yang mengajar, ada 10 orang yang berjenis kelamin laki-laki, 20 orang berjenis kelamin perempuan, dan 5 guru yang perlu ditingkatkan pendidikannya ke strata 1.
2. Kelas VII-a yang berjumlah 25 siswa, merupakan sebagian dari keseluruhan kelas VII yang berjumlah 100 siswa di suatu sekolah yang mengikuti UAS. Dari hasil mata pelajaran sains kelas VII-a yang jumlahnya 25 siswa diperoleh rata-rata skor matematika 6,67 dan simpangan baku 2,01 maka prosedur yang digunakan disini adalah statistika deskriptif. Demikian pula prosedur yang digunakan prosedur yang digunakan untuk menghitung rata-rata dan simpangn baku hasil UAS mata pelajaran matematika untuk keseluruhan siswa kelas VII yang berjumlah 100 siswa.
3. Siswa sekolah dasar B yang mengikuti UN berjumlah 100 siswa. Untuk mengetahui besarnya skor yang diperoleh siswa dalam mata pelajaran matematika, disjikan dalam bentuk tabel sebagai berikut :
Tabel
Skor UN siswa mata pelajaran matematika
Nomor
|
Skor
|
Frekuensi
|
1
|
4
|
0
|
2
|
5
|
0
|
3
|
6
|
15
|
4
|
7
|
25
|
5
|
8
|
30
|
6
|
9
|
20
|
7
|
10
|
10
|
Jumlah
|
100
| |
Dari tabel diatas diperoleh gambaran menenai jumlah siswa yang memperoleh skor UN tertentu pada mata pelajaran matematika. Data ini dapat digunaka untuk melihat penyebaran kemampuan siswa dalam mata pelajaran matematika dan dapat digunaka sebagai acuan untuk meningkatkan proses pembelajaran di masa yang akan datang.
Berdasarkan beberapa contoh di atas, maka ruang lingkup bahasan statistika deskriptif adalah :
(1) Distibusi frekuensi, tabel, dan grafik
(2) Ukuran pusat
(3) Ukuran letak
(4) Ukuran simpangan
(5) Korelasi linear sederhana
b) Statistikan inferensial
Statistika inferensial adalah bagian dari statistika yang membahas cara melakuakan analisis data, menaksir, meramalkan, dan meraik kesimpulan terhadap data, fenomena, persoalan yang lebih luas atau populasi berdasarkan sebagian data (sampel) yang diambil secara acak dalam populasi. Statistika imferensial membuat kesimpulan berdasarkan pendugaan dari sebagian atau sampel data dan pengujian hipotesis. Oleh karena itu ada tiga kegiatan pada statistika inferensial yang meliputi :
1. Pengujian hipotesis
2. Estimasi atau menaksir
3. Pengambilan keputusan
Agar lebih jelas perhatikan contoh berikut ini :
Populasi siswa dalam suatu sekolah yang berjumlah 1200 siswa ingin diketahui prestasi UN pada mata pelajara sains. Peneliti tidak perlu mengambil seluruh siswa sebagai subjek penelitian, tetapi cukup mengambil sebagian dari anggota populasi sebagai sampel secara random atau acak. Misalnya dari 1200 siswa yang mengikuti UN mata pelajaran sains diambil sampel sebanyak 100 siswa. Dari 100 siswa ini diperoleh data tentang prestasi UN mata pelajaran sains, kemudian dihitung rata-rata dan diperoleh 6,76 dan simpangan baku 2,01. Harga rata-rata atau variasi (simpangan baku yang dikuadratkan) dari 100 siswa dipergunakan untuk mengukur menaksir rata-rata atau variasi populasi yang berjumlah 1200 siswa.
Berdasarkan contoh tersebut menggambarkan bahwa statistika iferensial memberikan kemungkinan seseorang untuk bekerja secara lebih teliti, efektif dan efisien dari segi waktu, tenaga dan biaya.
Ruang lingkup bahasan statistika inferensial meliputi :
(1) Probabilitas atau peluang
(2) Distribusi teoritis
(3) Sampling dan sampling distribusi
(4) Pendugaan populasi
(5) Analisis korelasi linear sederhana dan pengujian signifikansi
(6) Pengujian rata-rata
(7) Analisis regresi linear sederhana
(8) Analisis varians dan
(9) Analisis kovarian
2) Berdasarkan bentuk parameter statistika dibedakan menjadi :
a) Statistika parameterik adalah tehnik statistika yang parameter populasinya atau asumsi distribusi populasi data berdasarkan model distribusi normal dan memiliki variasi yang homogeny.
b) Statistika nonparameterik adalah tehnik statistika yang parameter populasinya atau asumsi distribusi populasi data tidak mengikuti model distribusi tertentu dan variasi tidak harus homogen.
3) Berdasarkan variabel statistika dibedakan menjadi :
a) Statistika univariat adalah tehnik statistika yang dalam analisisnya hanya melibatkan satu variabel terikat terlepas dari berapapun banyak variabel bebasnya. Misalnya penelitian tentang hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika di SMP Budiman.
b) Statistika multivariate adalah tehnik yang dalam analisis paling sedikit melibatkan dua buah variabel terikat sekaligus. Misalnya perbandingan metode demonstrasi dengan metode tanya jawab ditinjau dari waktu belajar pagi dan sore pada mata pelajaran sains topik bahasan gaya gesek.
2. Pengelompokan data statistik
a. Berdasarkan sifatnya :
1) Kontinu
Data Kontinu adalah data statistik yang angka-angkanya merupakanderetan yang sambung-menyambung. Perhatikan contoh berikut ini :
a) Data statistik tinggi badan
150, 1 – 150, 2 – 150, 3 – 150, 4 – 150, 5, dst
b) Data statistik berat badan
30, 1 – 40, 2 – 40, 3 – 40, 4 – 40, 5, dst
2) Diskrit
Data Diskrit adalah data statistik yang tidak mungkin berbentuk pecahan. Contoh :
a) Data statistik jumlah anggota keluarga (satuan orang)
1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – dst
b) Data statistik jumlah buku perpustakaan
50 – 125 – 200 – 4556 – dst
b. Berdasarkan penyusunan angkanya :
1) Nominal atau Hitungan
Data Nominal / Data Hitungan adalah data statistik yang cara menyusun angkanya didasarka atas penggolongan atau klasifikasi tertentu.
Penggolongan berdasarkan kelas dan jenis kelamin
Kelas
|
Jenis Kelamin
|
Jumlah
| |
Pria
|
Wanita
| ||
III
|
50
|
34
|
84
|
II
|
48
|
44
|
92
|
I
|
72
|
52
|
124
|
Jumlah
|
170
|
130
|
300
|
2) Ordinal atau Urutan
Data Ordinal atau Data Urutan adalah data statistik yang cara menyusunnya didasarkan atas urutan kedudukan (rangking). Contoh :
Skor hasil penilaian dewan juri terhadap lima orang finalis lomba puisi.
Nomor urut
|
Nomor undian
|
Nama
|
Skor
|
Urutan kedudukan
|
1
|
031
|
Sugianto
|
451
|
4
|
2
|
115
|
Parjo
|
497
|
2
|
3
|
083
|
Jono
|
427
|
5
|
4
|
024
|
Jinni
|
568
|
1
|
5
|
056
|
Junu
|
485
|
3
|
3) Interval
Data Interval adalah data statistik dimana terdapat jarak yang sama di antara hal-hal yang sedang diselidiki atau dipersoalkan. Contoh :
Umur manusia dalam hidup dalam angkatan kerja
Umur
|
Manusia
|
1 – 15
|
200.000
|
16 – 30
|
15.000.000
|
31 – 45
|
250.000
|
c. Berdasrkan bentuk angkanya :
1) Tunggal
Data Tunggal adalah data statistik yang masing-masing angkanya merupakan satu unit (satu kesauan), dengan kata lain datanya tidak dikelompok-kelompokkan. Contoh :
Data ulangan 10 anak SMP mata pelajaran PAI sebaai berikut :
78 76 80 97 75
87 56 89 90 95
2) Kelompok
Data Kelompok adalah data statistik yang tiap-tiap unitnya terdiri dari kelompok angka. Contoh :
Data dari ulangan 10 anak SMP mata pelajaran PAI yang dikelompokkan sebagai berikut :
85 – 100
75 – 84
55 – 74
d. Berdasarkan sumbernya :
1) Primer
Data Primer adalah data statistik yang diperoleh atau bersumber dari tangan pertama (first hand data). Contoh :
a) Data yang didapat dari kuosioner langsung ke siswa sebuah SD Negeri.
b) Data yang didapat dari kuosioner langsung ke siswa sebuah SMA Negeri.
2) Sekunder
Data Sekunder adala data statistik yang diperoleh atau bersumber dari tangan kedua (second hand data). Contoh :
a) Data siswa yang diambil dari TU tentang pembayaran sekolah.
b) Data siswa yang diambil dari Akademik tentang data mahasiswa.
e. Berdasarkan waktunya :
1) Seketika
Data Seketika adalah data statistik yang mencerminkan keadaan pada satu saja (at a point of time). Contoh :
a) Data penduduk Kabupaten Karimun tahun 2000 (hanya satu tahun saja).
b) Data kelahiran Kabupaten Maju Jaya tahun 2012.
2) Dari Urutan Waktu
Data Urutan Waktu adalah data statistik yang mencerminkan keadaan atau mengenai sesuatu hal, dari satu waktu ke waktu yang lain secara berurutan. Contoh :
Data penduduk Kabupaten Karimun tahun 2000 sampai tahun 2008 (beberapa waktu dengan urutan waktu yang berbeda).
C. Sifat Data Statistik
Data Statistik memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1. Memiliki Nilai Relatif (relative Value) atau nilai semu. Nilai relatif dari suatu angka atau bilangan adalah nilai yang ditunjukkan oleh angka atau bilangan itu sendiri.
Contoh :
Nilai relatif dari bilangan 5 adalah nilai bilangan 5 itu sendiri
2. Memiliki Nilai Nyata (True Value) atau nilai sebenarnya. Nilai nyata dari suatu angka adalah daerah tertentu dalam suatu deretan angka yang diawali oleh nilai relatif.
Contoh :
Nilai nyata dari 5 adalah daerah antara (5 – 0,5) sampai dengan (5 + 0,5). Jadi nilai nyata dari angka 5 adalah daerah antara 4,5 – 5,5.
3. Memiliki Batas Bawah Relatif, Batas Atas Relatif, Batas Bawah Nyata, dan Batas Atas Nyata.
Contoh :
Bilangan 50 – 54
Maka batas bawah relatif adalah 50 ; batas atas relatif 54 ; batas bawah nyata 50 – 0,5 = 49,5 (Lower Limit = l); batas atas nyata 54 + 0,5 = 54,5 (Upper Limit = u)
Bilangan 50 – 54 disebut Nilai Relatif ; 49,5 dan 54,5 disebut Nilai Nyata
4. Data statistik yang berbentuk data kelompok memiliki nilai tengah atau titik tengah (Midpoint), yaitu nilai dari deretan bilangan atau angka yang terletak di tengah-tengah deretan angka atau bilangan tersebut.
Contoh :
a. Deretan angka yaitu 11, 12, 13, 14, 15 nilai tengahnya = 13, karena nilai 13 berada di tengah-tengah deretan angka tersebut.
b. Data kelompok antara 40 – 44 nilai tengahnya = (40 + 44)/2 = 42, karena nilai 42 terletak pada deretan angka tersebut di tengah-tengah.
5. Data statistik sebagai data angka, dalam penggunaan perhitungan tidak menggunakan sistem pecahan melainkan menggunakan sistem desimal (pembulatan).
Contoh :
½ harus diubah menjadi 0,5
6. Data statistik sebagai data angka dalam penggunaan perhitungan menggunakan sistem pembulatan angka, yaitu pada angka desimal biasanya dilakukan setelah di belakang tanda koma dan diambil tiga angka saja dengan ketentuan:
a. Jika angka setelah tanda koma 50 atau kurang dari 50 maka bilangan setelahnya dianggap 0 (nol) dan tiga angka setelah bilangan desimal (tanda koma) tetap.
Contoh :
0,1234 dibulatkan menjadi 0,123
b. Jika angka setelah tanda koma 51 atau lebih dari 51 maka bilangan setelahnya dianggap 1 (satu) dan bilangan 1 (satu) tersebut ditambahkan pada bilangan sebelumnya pada angka ketiga setelah tanda desimal (tanda koma).
Contoh :
0,123517 dibulatkan menjadi 0,124
D. Pengumpulan Data Statistik
1. Beberapa masalah dalam pengumpulan data statistik
Data statistik dapat dikumpulkan dengan mempergunakan berbagai cara, tergantung pada bentuk, jenis, dan sifat dan sifat dari data itu. Pekerjaan pengumpulan data itu sendiri disebut: survei (survey).
Pengumpulan data internal tidaklah akan sesulit pengumpulan data eksternal. Asalkan administrasi pencatatan data internal cukup baik, rapi, teratur, dan kontinu, dalam pengumpulannya tidak akan mengalami hambatan. Dan untuk mengatasi hambatan-hambatan itu perlu ditegaskan terlebih dahulu mengenai sifat dan macam data yang diperlukan. Baru kemudian ditemukan metode mana yang akan dipergurgunakan.
Didepan telah diuraikan tentang data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan langsung pada sumbernya. Karenanya metode survei lapangan atau sering disebut penelitian lapangan (field research) adalah cara yang tepat untuk itu. Sebaliknya, pengumpulan data sekunder dapat dilakukan dengan menggunakan metode penelitian perpustakaan (library research) karena sebagian besar data sekunder berbentuk tertulis dan dipublisasi dalam bentuk buku-buku, majalah-majalah, makalah-makala, Koaran dan lain-lain.
Jika dibandingkan lagi antara pengumpulan data primer dengan data sekunder, maka kesulitan akan banyak dijumpai dalam pengumpuln data primer daripada data sekunder. Lebih banyak faktor-faktor yang harus dipertimbangkan di dalam pengumpulan data primer itu, antara lain :
a. Apakah datanya memiliki sifat homogeny atau heterogen;
Sekelompok variabel memiliki sifat homogeny apabila di dalam kelompok tersebut terdapat suatu sifat yang menyebabkan kelompok tersebut merupakan suatu kesatuan yang bulat. Di dalam masyarakat banyak kita jumpai kelompok-kelompok yang homogeny karena adanya suatu ikatan batin yang menyatukan anggota kelompok. Ikatan tersebut mungkin berupa rasa kebangsaan, rasa kesukuan, rasa keagamaan, persamaan kepentingan, dan lain-lain.
Sebaliknya, kelompok variabel dikatakan memiliki sifat heterogen apabila di dalam kelompok itu terdapat berbagai sifat yang berbeda satu sama lain hingga mengakibatkan kelompok tersebut terpecah dalam berbagai ragam kelompok-kelompok kecil. Di dalam suatu masyarakat di mana masing-masing anggotanya memeluk agama yang berbeda satu sama lain, maka dipandang dari segi keagamaan masyarakat tersebut heterogen sifatnya.
Terhadap kedua tipe masyarakat ini metode pengumpulan data yang dipergunakan juga berbeda-beda. Apabila datanya homogeny, maka pengumpulan data lebih efisien bila dilakukan dengan metode pencuplika (sampling method). Sebaliknya, apabila datanya heterogen, maka pengumpulan data lebih efisien dilakukan dengan kombinasi antara metode sensus dengan metode pencuplikan.
b. Apakah sarana bersifat human atau non-human;
Data bersifat bersifat human apaila menyangkut masalah kemanusiaan. Terhadap data demikan, metode komunikasi merupakan metode yang cocok untuk dipergunakan di dalam pengumpulan data. Sebaliknya, apabila datanya bersifat non-human, maka menyangkut masalah yang bukan tergolong masalah kemanusian, metode pengamatan merupak metode yang sesuai.
c. Apakah sarana yang ada itu mencukupi atau tidak;
Di dalam pekerjaan pengumpulan data tersedianya sarana yang cukup merupakan faktor penting. Yang termasuk di dalam sarana antara lain : tersedianya biaya, waktu dan tenaga. Besar kecilnya biaya menentukan besarnya volume data yang mampu dikumpulkan. Demikian pula halnya dengan tersedianya waktu dan tenaga yang cukup akan membantu kelamcaran pengumpulan data. Dengan tenaga, di sini dimaksud bukan hanya dilihat dari segi kuantitasnya, melaingkan juga dari segi kualitasnya. Jadi, apabila sarana pengumpulan data cukup tersedia, maka metode sensus dapat dipergunakan. Sebaliknya, apabila sarana tersebut terbatas adanya, maka metode pencuplikan lebih sesuai.
d. Apakah datanya “researchable” atau tidak.
Misalkan kita ingin mengukur ketaatan beragama para pemeluk agama di Indonesia. Kita mengetahui bahwa di Indonesia terdapat 6 agama yang diakui oleh Negara, yaitu: Islam, Kristen Khatolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu.
Namun untuk mengumpulkan data mengenai masalah beragama bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Di samping luasnya wilayah Indonesia, juga keanekaragaman suku bangsa pemeluk masing-masing agama, tidak memungkinkan dilakukannya pengumpulan data tentang itu. Ditambah lagi tidak adanya faktor pengukur yang tepat yang dapat dipergunakan untuk mengukur tingkat ketaatan beragama tersebut.
Di dalam pengumpulan data sekunder satu-satunya masalah adalah sumber dari mana data itu berasal. Data mengenai suatu fenomena masyarakat akan berbeda antara satu sumber dengan sumber yang lain karena adanya perbedaan kepentingan. Sebagai contoh misalnya tentang pembagian tugas luas daerah. Dinas Pertanian akan mencantumkan luas areal sawah suatu daerah lebih besar dari pada yang dicatat oleh Dinas Peternakan. Sebaliknya Dinas Peternakan yang mencatat areal padang rumput lebih besar dari yang dicatat oleh dinas-dinas lainnya. Menghadapi keadaan demikian seorang surveyor (pengumpul data) harus bertindak hati-hati agar tidak banyak berbuat kesalahan.
2. Metode pengumpulan data statistik
Di atas telah disinggung beberapa metode pengumpulan data, seperti: metode sensus, metode pencuplikan, metode komunikasi, dan metode pengamatan. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut secara lebih rinci.
a. Sensus
Sensus adalah suatu metode pengumpulan data secara menyeluruh dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang lengkap. Di dalam sensus informasi ditarik dari seluruh anggota populasi. Apabila populasinya tidak terbatas pemakaian metode ini adalah cukup mahal. Namun kadang-kadang penggunaan metode ini tidak dapat dihindarkan manakala populasinya heterogen. Sebaliknya, apabila populasinya terbatas, maka pemakaian metode ini lebih menguntungkan.
b. Pencuplikan
Bilamana seseorang akan membeli sekarung beras, biasanya ia akan memerikasa bagaimana keadaan beras yang ada di dalam karung itu. Cara yang lazim dipergunakan dipergunakan adalah dengan mengambil segenggam beras dari dalam karung tersebut. Apabila beras yang berada di dalam genggaman itu baik menurut penilaiannya maka seluruh beras yang berada di dalam karung itu baik. Demikian pula sebaliknya.
“Beras dalam karung” pada contoh di atas merupakan populasi, sedangkan, “Beras dalam genggaman” merupakan cuplikan.
c. Komunikasi
Kedua metode yang telah diuraikan di atas dimaksudkan sebagai metode yang dipergunakan untuk menentukan apakah data itu akan diambil dari populasi sebagai suatu keseluruhan objek penelitian, ataukah cukup dengan mempergunakan cuplikan sebagai bagian dari populasi itu.
Kedua metode yang akan diuraikan berikut ini dimaksudkan sebagai cara yang digunakan untuk menarik informasi dari responden, setelah ditetapkan data yang bagaimana yang akan diambil. Apabila data yang akan diambil itu bersifat human, berarti ada hubungan timbale balik antara peneliti dengan responden sebagai subjek penelitian.
Metode komunikasi terdiri dari dari komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung. Untuk komunikasi langsung dipergunakan peralatan wawancara. Menurut tujuannya, kita mengenal:
1) Interview Survey: yaitu apabila yang dicari adalah data yang representif untuk suatu kelompok populasi.
2) Interview Diagnosis: yaitu apabila wawancara diadakan untuk menolong memecahkan suatu masalah yang dihadapi oleh orang yang diwawancarai.
Untuk komunikasi tidak langsung, dipergunakan peralatan angket (kuosioner). Ini disebut wawancara tertulis.
d. Pengamatan (Observasi)
Metode ini dipergunakan dalam hal sasaran penelitian bersifat non-human. Dalam hal ini hubungan antara peneliti dengan sasaran penelitian bersifat satu arah (one-way traffick).
Pengatan dapat dilakukan secara langsung mapun tidak langsung. Menurut Winarno Surachmad, pengamatan langsung adalah teknik pengupulan data di mana peneliti mengadakan pengamatan secara langsung (tanpa alat) terhadap gejala-gejala subjek yang diteliti, baik pengamatan itu dilakukan dalam situasi buatan yang khusus diadakan. Sedangkan pengamatan tidak langsung adalah teknik pengumpulan data dimana peneliti mengadakan pengamatan terhadap gejala-gejala subjek yang diteliti dengan perantara sebuah alat, baik alat yang sudah ada maupun alat yang sengaja dibuat untuk eperluan yang khusus itu.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Statistika adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang metode atau cara pengumpulan data, pengolahan atau analisis data, serta penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan pengolahan atau analisis yang dilakukan. Sedangkan statistik adalah kumpulan data yang berupa angka atau bilangan dalam bentuk daftar atau tabel yang menggambarkan atau mewakilkan tentang suatu hal.
2. Pengelompokan Statistika dan Data Statistik
a. Pengelompokan Statistika terbagi atas dua, yaitu: Statistika teoritis/matematis dan statistikan terapan. Namun yang dibahas disini adalah statistika terapan dimana terbagi kedalam tiga bagian, yaitu:
1) Statistika berdasarkan pengolaannya terbagi atas :
a) Statistika Deskriktif
b) Statistika Inferensial
2) Statistika berdasarkan parameternya terbagi atas:
a) Statistika Parameterik
b) Statistika Non-Parameterik
3) Statistika berdasarkan variabelnya terbagi atas:
a) Statistika Univariat
b) Statistika Multivariat
b. Penggolongan data statistik terbagi atas lima antara lain:
1) Data statistik berdasarkan sifatnya terbagi atas:
a) Data statistik kontinu
b) Data statistik diskrit
2) Data statistik berdasarkan penyusunan angkanya terbagi atas:
a) Data statistik nominal/hitungan
b) Data statistik ordinal/urutan
c) Data statistik interval
3) Data statistik berdasarkan bentuk angkanya terdiri atas:
a) Data statistik tunggal
b) Data statistik kelompok
4) Data statistik berdasarka sumbernya terdiri atas:
a) Data statistik primer
b) Data statistik sekunder
5) Data statistik berdasarkan waktunya terdiri atas:
a) Data statistik seketika
b) Data statistik dari urutan waktu
3. Sifat data statistik meliputi:
a. Memiliki nilai relative
b. Memiliki nilai nyata
c. Memiliki batas bawah relative, batas atas relative, batas bawah nyata, dan atas nyata.
d. Memiliki nilai tengah atau titik tengah
e. Data angka
f. Dilakukan pembulatan
4. Pengumpulan data statistik
Dalam pengumpulan data primer ada banyak faktor-faktor yang harus dipertimbangkan, antara lain:
a. Apakah datanya memiliki sifat homogeny atau heterogen;
b. Apakah sarana bersifat human atau non-human;
c. Apakah sarana yang ada itu mencukupi atau tidak;
d. Apakah adanya “researchable” atau tidak;
Dalam pengumpulan data statistik ada beberapa metode yang dapat digunakan antara lain:
a. Metode sensus
b. Metode pencuplikan
c. Metode komunikasi
d. Metode pengamatan atau observasi
B. Saran
Dalam kehidupan sehari-hari kita dihadapkan dengan berbagai macam data yang berbentuk bilangan atau angka yang memerlukan pengolaan yang terkadang membuat kita pusing untuk mengolahnya bahkan terkadang kita mengolahnya asal-asalan. Agar hal tersebut tiadak terjadi lagi maka penulis menyajikan makalah ini sebagai solusi untuk kita pelajari bersama. Dan mengambil pelajaran atas kekurangan dari makalah yang penulis buat.
DAFTAR PUSTAKA
Mangkuatmodjo, Soegyarto. Pengantar Statistik. Jakarta: PT Rineka Cipta, 1997

Tidak ada komentar :
Posting Komentar